Saturday, April 09, 2016

Arti Sebuah Kejujuran dalam Rumahtangga

Jam 5 sore, Harry bersiap-siap pulang dari kantor…
Brrmm, mobil pun dihidupin dan cabut. Sebelum ke rumah, Harry mampir dulu ke minimarket, membeli susu untuk anaknya. Nggak disangka, Harry bertemu Ria, pacarnya sewaktu di SMA, yang sudah 20 tahun nggak ketemu.
“Ria kok kamu ada di Jakarta?”
“Iya mas. Suamiku pindah tugas sebulan lalu, tapi dia lagi dinas trip ke Afrika 2 minggu.”
“Wah, jadi kamu di rumah sendirian?”
“Iya.”
“Tadi ke sini naik apa?”
“Bajaj.”
“Oo.. kalo gitu kuantar saja pulangnya, belanjaanmu kan banyak. Sekalian ngobrol-ngobrol, kangen nggak ketemu lama banget.”
“Iya mas, 20 tahun ya?”
Maka mereka pun meluncur ke rumah Ria. Obrolan di mobil pun semakin seru, mengingatkan pada saat-saat mesra dulu. Tanpa terasa, mereka sudah tiba di rumah Ria.
“Mampir dulu mas, kita lanjutin ngobrolnya di dalam!”
“Oke lah kalau begitu.”
Dan obrolan pun berlanjut. Satu jam, dua jam berlalu. Nggak terasa, obrolan makin mejurus… hingga akhirnya “berlanjut ke ranjang”. Rasa kangen yang lama tependam membuat “pertarungan tiga ronde pun” tidak terasa. Sampai Harry tak menyadari kalau HP-nya kehabisan baterai dari tadi sore.
“Waduh! Udah lewat jam 12 malam nih. Aku pulang dulu, Ria. Istriku pasti nyari-nyari.”
“Lah, terus gimana mas?”
Harry mikir sebentar…
“Gini deh. Ria, aku minta bedak baby dong.”
“Ada mas, buat apa?”
“Ada lah.. biar aman.”
Dan Harry pun pulang setelah satu ciuman mesra yang lama.

Benar saja, tiga di rumah, istri Harry masih melek, dan sudah menunggu di pintu dengan tampang garang.
“INI LAKI SATU KEMANA AJA? DITELEPON JUGA HP DIMATIIN. NGGAK USAH PULANG SEKALIAN!!!”
“Sabar mah… Papa ceritain dulu sampai bisa pulang larut gini.”
“MAU KASIH ALASAN APA LAGI???”
“Gini mah.. Tadi papa pulang kantor, mampir dulu ke minimarket membelikan pesanan mama. Nggak taunya ketemu mantan pacar papa waktu SMA. Terus dia papa antar pulang sekalian. Terus kami ngobrol-ngobrol. Terus… karena asyik, ya lanjut ke ranjang sampai lupa waktu. Jadinya papa baru pulang sekarang.”
Istri Harry diam. Mikir…
“Nggak percaya! Mana sini, liat tangan papa!”
Harry kasih lihat tangannya… ada serbuk putih di tangan Harry…
“PAPA!!! KALO MAU BOHONG KASIH ALASAN YANG BAGUS KEK! UDAH TUA MASIH SOK LAKU! LAIN KALI KALO MAIN BILYARD INGET WAKTU!!!

Itulah pentingnya sebuah kejujuran. Sekian.

Sumber: WA
Foto: dreamstime.com

Labels: , ,

Wednesday, November 07, 2012

Kamus EU

Raray = beungeut
Ngadéngé = reungeu
Nempo = jeueung
Kalih = jeung
Pakakas nguseup = jeujeur
sabuk = beubeur
béas leutik = beunyeur
loba = seueur
aya leutakan =leueur
kaca/cermin = eunteung
padaharan = beuteung
nyeri beuteung = seueul
kamerkaan beuteung = weureu
enya = heueuh
lain = teu
lamun = seug
cukup = meujeuh
ngalesu = peuseul
munu'u= neuhneur
teu nyampak = euweuh
takol = teunggeul
ditakol = eumeur
baruk = euleuh!
tétéh = ceuceu
tai kotok= geuleuh!


Sumber: Grup Banyolan Sunda
Foto: kabarkampus.com

Labels: , , ,

Basa Sunda vs Bahasa Inggris

Basa Sunda lebih praktis ketimbang Bahasa Inggris. Ini buktinya:

Spending too much time doing nothing = NGAJEDOG
Jaw drop and saliva streaming endlessly from my mouth = HOKCAI
Talking too much about not very important things = NGACAPRUK
Falling backward and hurt my head = NGAJENGKANG
Falling forward and injured the face = TIKUSRUK
Lips cracked after falling down = JEDING
A sharp thing embedded and penetrated my skin = KASURA
Complaining all day over small matter = KUKULUTUS

=))

Gambar: ciungtips.blogspot.com

Labels: , ,

Thursday, October 25, 2012

Nggak Jadi Beli Kambing

"Ini kambing berapa duit?"
"Yang mana? Yang item apa yang putih?"
"Yang item!"
"Yang item mah sejuta dua ratus ribu."
"Kalo yang putih?"
"Yang putih juga sama, sejuta dua ratus ribu."
"Oh, bisa ditawar nggak?"
"Yang mana? Yang item atau yang putih?"

"Yang item lah..."
"Yang item mah sudah harga pas, nggak bisa ditawar."
"Kalo yang putih gimana?"
"Yang putih juga sama, nggak bisa ditawar, sudah harga pas."
"Euh, sama aja kalo gitu."
"Iya."
"Ini kambing dari Sasakpanjang semua?"
"Yang mana? Yang item emang dari Sasakpanjang."
"Kalo yang putih?"
"Yang putih... ya sama, dari Sasakpanjang juga."
"Yeee gimana sih!"
"Gimana apanya?"
"Kalo semuanya sama, kenapa dibeda-bedain segala?"
"Soalnya kalo yang putih punya saya."
"Oh gitu, kalo yang item punya sapa?"
"Yang item juga sama punya saya."
"Ah, dasar tukang kambing gila!!!"
"Heu-heu... maap pak, tukang kambingnya lagi ngopi di warung."
"Kalo abang emangnya siapa?"
"Saya?"
"Iya..."
"Sama, saya juga tukang kambing..."
"Arrrrggghhhh! Dasar, elu bener-bener gila!!!!!" &&&*()#*()(*&)$_+$$

[dari BBM]

Labels: ,

Tuesday, March 01, 2011

Kabayan Ngala Nangka


Antara anak-anak Mamang Kardana, kawasna da Sang Kabayan pangtambarakanana. Tah, basa Sang Kabayan Salasa ka Babakan Pakandangan, ka pamanna padahal kakara sasarap, sadatang-datang ka pamanna, nanya. "Mang, aya nangka?" Jawab pamanna, "Aya Kabayan. Asana mah, na dahan pang handapna."
Sang Kabayan kalacat kana tangkal nangka, mapay-mapay dahan handap. Aya haphap harayap kana calanana. Sang Kabayan ragrag, blak nangkarak. Pamanna datang, ka Sang Kabayan nanya, "Na Kabayan tatangkarakan, mamawa dahan nangka?" Calana Sang Kabayan rada ka handap da..............kababayan.
Ti: buku "Gelenyu", kumpulan dongéng lulucon, karangan R. Ijeng Wiraputra, panerbit Tarate Bandung, 1980
Gambar Kabayan: karawang.info

Labels: , , ,

Wednesday, February 02, 2011

Complicated

Disclaimer:
1. Mohon isi cerita "jangan dimasukkan hati", karena ini sekadar cerita humor.
2. Mohon maaf jika ada nama orang dan tempat yang kebetulan sama dengan anda.




Budi dan Ani adalah tipikal pasangan muda masa kini yang berpacaran. Budi punya panggilan sayang 'Aa', dan Ani biasa dipanggil 'Neng'.

Satu bulan pertama, bagi Budi dan Ani, dunia adalah "surga". Mendekati bulan ke-9 pacaran, drama pun dimulai.....

*Eng..ing...eeennnggg*


1. Cemburu

Ani menatap Budi dengan tajam. Kedua tangannya melipat defensif,menunjukkan sikap penuh permusuhan. Budi sedang mengonsumsi dosis harian menerima semprotan Ani. Satu isu kecil dapat berubah menjadi letusan gunung.

"Kenapa semalem Neng nelepon gak Aa' bales?"

"Geulis (cantik)?, soalnya Aa' semalem baru pulang jam 2.."

"Ngapain aja?" Mata Ani semakin tajam , membuat Budi merasa seperti imigran gelap yang sedang diinterogasi petugas imigrasi.

"Aa'? Aa' semalem kan siaran."

"Siaran ’kan cuma sampe jam dua belas."

"Abis itu, mengantarkan pulang Risa." Kesalahan terbesar kebanyakan pria adalah kejujuran.

"Enak amat yah jadi Risa. Dianter kamu pulang malem-malem. Padahal kan dia bukan pacar kamu." Matanya semakin hostile.

Budi menggaruk-garuk kepalanya. Dia mulai mengerti maksud omongan Ani. Memang sih sudah saatnya wanita bersikap mandiri dan mampu pulang sendiri ke rumahnya. Tapi pulang di tengah malam melewati gang-gang penuh preman, maling, pemerkosa adalah resiko besar. Belum lagi resiko dicabik-cabik anjing liar gila (lebay dot com).

"Daerah rumah dia kan Cikaso. Gak aman." kata Andi.

"Suruh dia pindah rumah dong. Biar kamu gak perlu anter-anter," ujar Ani sambil mengabaikan beberapa faktor kecil seperti: Bahwa mencari rumah baru sulit, harga rumah mahal.

"Neng kenapa sih mesti cemburu?"

"Cemburu? Neng gak cemburu. Siapa yang cemburu? Apakah Neng terdengar seperti orang yang cemburu? Menurut kamu ini cemburu? Menurut kamu Neng cemburuan? Nggak!" dengan desibel yang meningkat dari 8 kali level normal dan dengan dahi berkerut.


2. Dominasi

Ini adalah agenda keseharian Budi.

Pagi - antar Ani ke kampusnya. Siang - mendatangi Ani di kampusnya, makan siang bersama. Sore - Menjemput Ani dari kampus. Malam - menelpon Ani.

Budi mulai jengah dengan aktivitas yang menuntut mobilisasi tinggi ini. Dia mengusulkan agar Ani juga pro-aktif untuk pergi ke kampus Budi sesekali dan mengurangi frekuensi pertemuan.

"Neng, kalo kayak gini terus, Aa' bisa cacat permanen dan jatuh miskin."

"Katanya sayang?"

"Gak mesti tiap hari ’kan ketemuan?"

"Tapi ’kan kangen A'."

"Kalo Neng kangen, ya Neng juga dong sekali-kali pergi ke kampus Aa'."

"Nggak. Aa' aja yang ke kampus Neng."

"Ntar Aa' kecapekan."

"Kalo sebaliknya, Neng dong yang kecapekan."

"AAAARRRGGGHHHHHHH"


3. Super Sensitif

"Neng keliatan gendut gak sih Aa'?"

"Nggak."

"Liat dong ke Neng kalo bicara."

"Oke."

"Gendut ah."

"Nggak kok sayang."

"Gendut."

"Ya mungkin sedikit perlu fitness kali ya?"

"JADI MENURUT AA', NENG GENDUT? TEGA!"

"Loh?"

"Apa liat-liat?"

"Tadi katanya disuruh liat."

"Liatin saya gendut?"

"Aa' minta obat tidur...4 butir...please."

"Buat?"

"Bunuh diri."

"Kenapa mau bunuh diri? Malu yah punya pacar gendut?"

"ARRRGGGHHHHH! !!"


4. Drama, drama, drama

"Halo?"

"Halo? Aa' ya?"

"Iya sayang, Neng, Aa' gak bisa ke rumah malem ini gak apa-apa ya?"

"Kenapa?"

"Aa' mau pergi sama temen-temen. Bimo ulang tahun dan mau nraktir makan."

"Nggak. Aa' ke sini sekarang juga."

"Tapi Neng, semua anak-anak pada ikutan."

"Jadi Aa' lebih seneng bergaul sama temen-temen Aa' daripada sama Neng?"

"Bukan gitu, ketemu kamu kan udah tiap hari. Bimo ulang tahun kan cuman sekali setahun."

"Bilang aja lebih sayang Bimo ketimbang sama Neng."

"Nggak kok, kamu gak nangkep nih esensinya."

"Saya cuman sapi gila yang kamu gandeng kemana-mana. . ya, kan ?"

"Sapi sih nggak ya.."

"Hu hu hu.. udah gak ada yang sayang lagi sama Neng di dunia ini.."

"Ehm...cup cup sayang...duh, bageur..."

"Neng mending mati aja sekalian... giles aja Neng sekalian sama truk ayam, A'."

"Aduh Neng, ini bukan masalah yang besar kok, cuman semalem aja."

"Kalo bukan masalah yang besar berarti Aa' bisa ke sini, kan ?"

"..@#$#$%%&^&^%%^$$$#@@!@#@@!!!..."


5. Teman

"Saya gak suka sama sahabat-sahabat kamu. Yang satu bau. Yang satu logat Sumateranya nyeremin dan yang paling Neng gak suka, yang paling deket sama kamu itu... tukang maenin cewek!"


6. Makna ganda

Budi mulai menyadari perkataan Doni dulu bahwa terkadang wanita bisa menjadi makhluk yang kompleks. Mereka berjalan-jalan di shopping mall. Minggu depan adalah ulang tahun Ani. "Ih, bagus ya A’ yah sepatu ini," ujar Ani menatap sepasang sepatu.

"Kamu mau Aa' beliin ini untuk ulang tahun kamu?"

"Nggak lah nggak usah."

"...Oke..." Budi melanjutkan jalan-jalannya, meninggalkan Ani yang masih berdiri di depan etalase sepatu.

"Kok segitu aja?"

"??!!"

"Paksa dong, bujuk Neng supaya mau."

"Kamu tadi baru bilang bahwa kamu nggak mau."

"Iya, tapi bukan berarti saya gak mau, kan ?"

"Jadi kalo kamu bilang gak mau, itu artinya kamu mau?"

"Belum tentu juga."

"Kalo kamu bilang mau, itu artinya kamu gak mau?"

"Belum tentu juga."

Budi garuk-garuk. Ampun deeeehhhh ....

@#$%$%%^&^*&^*(&&*(*&%%^$#@@
Sumber:
Gambar: becausecandysaysso.blogspot.com

Labels: , ,