Tuesday, September 20, 2005

Target 21

Sekadar sharing. Target boleh saja dipatok, Allah jualah yang menentukan. Aku menargetkan menikah pada usia 21. Entah kenapa, itu terlintas begitu saja di pikiranku, saat masih giat-giatnya ke kampus (aku nggak menyebutnya pergi kuliah, sebab ke kampus belum tentu ada kuliah. Bisa sekadar ketemu teman atau malah main pingpong -makanya, lulus setelah 7 tahun).

Waktu KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Garut, aku ungkapkan targetku ini pada teman-teman satu kelompok. Mereka balik nanya: "Sekarang kan usia kamu 21. Emang udah punya calon?" "Belum," jawabku. Kami pun sama-sama tertawa.

Lama setelah itu, aku nggak pernah memikirkan target itu. Setelah lulus, aku kerja di Jakarta, hingga bertemu (dengan istriku sekarang, yang ternyata teman sekampusku di Bandung), pada usia 29. Sama persis dengan usia pernikahan anggota keluargaku yang laki-laki; ayah, dan kakakku.

Allah Maha Adil. Mungkin memang begitu "garis-Nya". Bahwa aku menikah setelah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Kalau di usia 21 dulu, semasa kuliah dan di bawah tanggungan orangtua, aku merasa nggak sekuat beberapa temanku yang mampu menafkahi keluarga sambil kuliah.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home