Monday, July 11, 2005

8,5 M Gitu Loh!


YANG ngirit, ya ngirit. Yang boros, tetep boros. Yang lapar semakin busung, yang kenyang juga tampak busung perutnya (karena kekenyangan).

Tapi faktanya, hari genee ternyata masih banyak yang berminat pada tunggangan (baca: mobil kelas premium) yang harganya sampe Rp 8.500.000.000, atau lebih mudah dicerna kalau disebut Rp 8,5 miliar.

Gaikindo Auto Expo 2005 di Jakarta Convention Center, ternyata tak sekadar menampilkan fantasi (bagi orang seperti saya), atau impian (bagi orang lainnya). Tapi juga kenyataan, bagi segelintir orang di negeri ini.

"Sudah ada enam yang punya mobil ini. Di pameran ini bisa menjual satu unit sebenarnya tidak sulit, pasti ada yang beli," kata seorang gadis penjaga stand PT Eurokars Chrisdeco Utama kepada harian Warta Kota (11/7). Mobil yang dimaksud gadis itu adalah Rolls-Royce Phantom yang harganya mencapai Rp 8,5 m tadi!

Mobil senilai ratusan unit rumah tipe sederhana ini disebut-sebut dimiliki oleh pengacara beken, pengusaha, dan tokoh pemuda di Jakarta. Siapakah mereka? Pihak dealer resmi mobil buatan Inggris itu tentu saja menolak menyebutkannya. Mereka kan orang-orang penting, orang-orang V V I P.

Pameran mobil itu juga menampilkan merek mobil lain yang tak kalah mewahnya. Sebut saja Porsche, BMW, Bentley, dan Mercedes Benz. Anda berminat?

Foto-foto: exoticarshare.com

Spesifikasi: mesin V12, 6.749 CC, 460 HP (pada 5.300 RPM), kecepatan maksimum 250 km/jam, dilengkapi jok kulit pilihan, karpet wool, plus home theatre.

3 Comments:

Blogger L. Pralangga said...

"Greed", meminjam istilah keren expat, itulah (perilaku) yang membuat banyak negara berkembang, terutama bagi kalangan patinggiyg sedang berkuasa, hinggap melekat di kepala mereka dan merasuk dalam tindak-kebijakan. Sama kok dengan Liberia, negara miskin yang belum kelar bener keluar dari maapetaka konflik internal yg udah 14 thn lamanya, si dana bantuan donor malah dibuat beli Grand Cherokee dan Nissan Sunny, serta Chrisler Neon buat para anggota Dewan Perwakilan Pemerintahan Transisi (NTLA) dan pejabat Pemerintahan Transisi (NTGL), .. Liberia..Oh Liberia.. bukannya buat bener jalan/infrastruktur dan listrik dulu! - yang penting gaya dong!, mau negara gakda listrik dan jalan bolong-bolong bak permukaan bulan.. mumpung aye masih menjabat, mame! :)

Salam hangat dan salam kangen dari Afrika Barat, dari kita yang bekerja buat perdamaian di negeri si bau kelek ini! :)

10:42 PM  
Blogger dewi said...

Binun mo comment apa pak, descrepancy kelewat gede. saya mah tetetp kalo bisa naek sepeda onthel ke kantor kenapa musti naek mobil (gak punya soalnya hehe2) tapi saya setuju kalo Indonesia harus pengiritan besar2an, terserah mo mulai di mana. kalo konsumsi masih sulit dilakukan, ya lewat pajak kepemilikan yang luar biasa guede aja biar yg mo beli mobil dua mikir2. tapi kalo transport massal masih kaya KRL kita, repot juga ya pak. at least ada usaha yg jalan dulu lah..:)

7:15 PM  
Blogger Lili said...

mendingan untuk bikin sekolah gratisan yah uang utk beli mobilnya...duh keliwatan

4:24 PM  

Post a Comment

<< Home