Friday, September 30, 2005

Histeria Itu Menyentuhku

JAKARTA macet, terutama sekitar pompa bensin. Maklum saja, para pemilik kendaraan (roda dua dan empat atau lebih), lagi dilanda kepanikan (panic buying) menjelang kenaikan harga BBM, Sabtu besok, 1 Oktober 2005.

Mereka rela mengantri berjam-jam hanya untuk memenuhi tangki kendaraannya dengan BBM sebelum naik harga. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang membawa jerigen. Tidak jelas, apakah BBM sebanyak itu untuk dijual kembali secara eceran, atau menyetok untuk keperluan sendiri. Akibatnya, antrian yang panjang itu mengganggu arus lalulintas.

* * *

Pagi tadi sewaktu mengantar anakku ke sekolah, sebelum pergi kerja, aku sempat bingung mencari penjual bensin eceran, yang tersebar di seantero kampung (karena sejak semalam, pom-pom bensin sudah diserbu pembeli, jadi mending beli eceran saja).

Ternyata, lebih dari selusin penjual bensin eceran sepanjang jalur yang kulalui, tak satu pun yang buka. Mungkin kehabisan stok bensin, mungkin pula sengaja tutup, dan buka kembali 1 Oktober, dengan "harga baru". Keuntungan pun bisa berlipat.

Padahal, Hondaku tidak rakus-rakus mengonsumsi bensin. Cukup dua liter saja untuk dua hari ini. Sambil terus berharap ada "keajaiban", aku terus meluncur melewati perumahan Kota Kembang Depok.

Ternyata... alhamdulillah, doaku terkabul. Di pinggir jalan baru Cibinong-Depok II, tepatnya daerah Sukmajaya, ada satu pengecer bensin dengan botol-botol ukuran 1 literan. Tangki bensin motorku yang kecil itu pun langsung penuh.

Pom bensin? Lebih baik lupakan saja. Waktu aku melewati beberapa pom bensin, ada yang sepi karena memang BBM-nya habis diserbu semalam, ada pula yang buka tapi harus ngantri sampai ke jalanan. Malas ah!

* * *

Seumur aku bawa kendaraan roda dua, baru kali ini bensin susah didapat. Menurut berita di televisi, SPBU (pom bensin) di Jakarta kekurangan pasokan BBM, hingga setengahnya. Padahal, menurut pejabat Pertamina, stok BBM untuk DKI sudah mencukupi. Penyebab pastinya? Tak ada yang menjelaskan.

Kemungkinannya macam-macam. Bisa karena rencana kenaikan harga BBM semakin dekat, timbul histeria para pemilik kendaraan, yang secara serentak mengisi bahan bakar. Di lain pihak, pasokan BBM ke SPBU berkurang. Apakah ditimbun di depo-depo Pertamina? Atau ditimbun SPBU sendiri -menunggu hingga 1 Oktober? Wallahu alam.

Yang jelas, kepolisian -sebagaimana dilansir dalam berita televisi- beberapa kali menangkap oknum-oknum pengusaha yang menimbun BBM, dan menyelundupkan ke luar negeri. Bagaimana kabar oknum Pertamina yang terlibat penjarahan BBM besar-besaran lewat pipa bawah laut di Balikpapan, Kalimantan Timur?

Foto: mengisi bensin di sebuah SPBU (Serambi Indonesia)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home