Friday, July 14, 2017

Cara Mudah Beli Motor Custom Cleveland CycleWerks

PENGGEMAR sepeda motor custom di Indonesia kini tak perlu repot-repot lagi saat mengincar sepeda motor impiannya. Kini Cleveland CycleWerks menunjuk Blibli.com sebagai partner e-commerce di Indonesia, untuk meningkatkan penjualan line-up perusahaan sepeda motor custom asal Amerika itu. Tipe-tipe yang ditawarkan meliputi Heist, Misfit, Ace Deluxe, Ace Scrambler, dan FXR 125.


Konsep 'kebebasan total' terlihat dalam setiap model merek motor yang didirikan di Cleveland Ohio Amerika Serikat ini, yang sangat menggambarkan karakter dari para pecinta motor custom. Jenis motor ini sedang digandrungi para pengendara motor di Nusantara.

Semua line-up Cleveland CycleWerks yang masuk ke Indonesia tersedia lengkap di Blibli.com. "Kelas yang masuk sekarang untuk 125 cc dan 250 cc. Ke depannya akan semakin banyak varian yang akan kami percayakan kepada Blibli.com," kata Rinta Asri, Country Marketing Communications Cleveland CyclewWerks Indonesia, dalam siaran pers yang diterima Tianarief.com, Jumat (14/7), di Bogor.

Kemudahan membeli otomotif di Blibli.com juga berlaku untuk produk Cleveland CycleWerks, seperti cicilan 0% untuk 12 hingga 24 bulan, kemudahan proses leasing hingga free ongkos kirim untuk wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, Senior Vice President Trade of Partnership Blibli.com Lay Ridwan Gautama mengaku merasakan repson positif dari para pelanggan Blibli.com. "Untuk hari ini saja, sesaat setelah launching kami telah berhasil menjual dua unit motor Cleveland CycleWerks melalui website Blibli.com," tutur Lay Ridwan.

Selain produk motor, sebelumnya Blibli.com telah menjual produk apparel, seperti kaos dan helm Cleveland CycleWerks. [OT] 

Foto: Cleveland CycleWerks tipe: Heist, Misfit, Ace Deluxe, Ace Scrambler, dan FXR 125 (clevelandcyclewerks.com) 

Labels: , , ,

Sunday, May 01, 2016

Mengenal Honda Supra


Sepeda motor "bebek" (cub/underbone) rakitan PT Astra Honda Motor (AHM) ini mulai dipasarkan pada 1997 untuk pasar Asia, termasuk Indonesia. Nama Supra hanya digunakan di Indonesia. Negeri asalnya (Jepang), juga Tiongkok, dan Korea, menggunakan nama Honda Dream. Sedangkan untuk ASEAN (selain Indonesia), Honda Wave, dan untuk India dan negara-negara di Asia Selatan, Honda Future.

Supra menjadi sepeda motor paling laris di Indonesia. Maklum, apa pun keluaran pabrikan berlogo sayap ini, selalu diserbu konsumen, karena Honda bagi konsumen Indonesia adalah jaminan mutu dan juga keiritan konsumsi BBM-nya dibanding para kompetitornya. Supra merupakan penerus dari generasi pendahulunya; Astrea Grand, Impressa, dan Legenda.

Generasi pertama (1997-2001)

Honda Supra (yang masih bernama Astrea) generasi pertama berkapasitas mesin 97,1 cc (dibulatkan jadi 100), dengan kode mesin C100. Fiturnya sangat sederhana, menggunakan rem tromol di depan dan belakang. Supra merupakan motor bebek dengan kapasitas mesin terkecil jika dibandingkan dengan kompetitor lainnya yang sudah mengusung mesin 110 cc (2 tak atau 4 tak) dan 125 cc (4 tak), pada generasi yang sama, namun mesin 100 cc ini memiliki tenaga dan kompresi yang lebih tinggi jika dibandingkan mesin skuter dengan kapasitas yang sama.

Generasi kedua (2001-2005)

Masih mengusung jenis mesin yang sama. Sekitar tahun 2000 Honda menerapkan rem cakram di roda depan, dengan embel-embel huruf "X" menjadi Supra X. Generasi kedua ini sudah tidak lagi menggunakan nameplate Astrea, meskipun emblem Astrea Supra di bawah lampu depan tetap dipertahankan.

Tahun 2002, PT AHM meluncurkan dua varian baru Honda Supra, yakni Honda Supra XX (kopling manual dan rem cakram depan) dan Supra V (kopling manual, rem tromol depan, tanpa starter elektrik, melainkan dengan engkol biasa). Tetapi kedua model ini tidak sukses di pasaran dan produksinya dihentikan pada 2004. Tahun 2003 untuk memantapkan dominasi Honda Supra, AHM kembali meluncurkan varian Supra edisi ekonomis berlabel Supra Fit (rem teromol), yang menemani Honda Supra (rem cakram) hingga 2009-2010. Pada 2007 namanya berganti menjadi Fit X, bersamaan dengan hadirnya generasi ketiga.

Kelemahan dari Supra dan Supra 100 ini adalah tenaga mesinnya yang kalah kuat dan kalah cepat dari kompetitornya (terutama Yamaha dan Suzuki), yang sudah menggunakan mesin 110 cc, sedangkan Supra masih 100cc (97,1 cc). Mesin 100cc ini tetap bertahan hingga tahun 2010 melalui Honda Fit X dan Honda Revo 100 -yang merupakan generasi penerus dari Supra Fit.

Revo 100, Supra Fit, dan Fit X discontinue pada 2011, digantikan Revo 110, yang merupakan motor bebek pertama Honda bermesin 110cc.

Generasi kedua Revo diperkenalkan pada 2011, yang memiliki desain headlight dan bodi yang berbeda, serta mengaplikasikan injeksi PGM-FI untuk seluruh variannya mulai tahun 2013.

Generasi kedua ini juga memiliki varian bertransmisi otomatis dengan nama Revo Techno AT, tetapi model ini tidak sukses di pasaran dan discontinue pada 2015.

Generasi ketiga (2005-saat ini)

Pada tahun 2005, AHM memperkenalkan Honda Supra X 125 dengan desain dan mesin baru, termasuk varian PGM-FI (Programmed Fuel Injection) yang tercatat sebagai motor bebek berteknologi injeksi pertama di Indonesia. Pada 2007, AHM merilis Honda New Supra X 125 dengan perubahan desain bodi baru yang lebih sporty.

Mesin 125 cc ini pada awalnya diambil dari dua model terdahulu, yakni Karisma, Karisma X, dan Kirana, yang merupakan motor bebek pertama Honda bermesin 125cc. Karisma dilengkapi rem cakram depan, sedangkan Kirana versi "pahe"-nya yang menggunakan rem teromol. Hanya saja di Supra X mengalami sedikit peningkatan pada tenaga dan torsi.

Supra X 125 terbagi menjadi dua varian, 125 R dan 125 D. Perbedaannya: 125 R menggunakan rem cakram depan dan belakang, velg racing, indikator bensin digital, serta pedal tuas gigi yang dapat diungkit seperti pada motor sport. Sedangkan 125 D adalah varian standar yang tetap menggunakan velg jari-jari dan rem belakang tromol, serta tuas gigi konvensional. Varian 125 D dan 125 R, masing masing berganti nama menjadi SW (spoke wheel/pelek jari-jari) dan CW (casting wheel/pelek racing) pada tahun 2010.

Pada tahun yang sama, AHM juga meluncurkan varian tambahan untuk Supra Fit dengan nama Supra Fit R, yang dilengkapi dengan velg racing dan desain menyerupai Supra X 125 R.

Pada penghujung tahun 2011, AHM meluncurkan Honda Supra X 125 Helm in, dengan bagasi super besar (berkapasitas 19,5 liter) yang bisa dimasuki helm full face, dan tangki BBM dengan kapasitas terbesar di segmen bebek, yaitu 5,6 liter. Selain itu, tipe ini memiliki desain yang modern-elegant yang dilengkapi dengan mesin yang bertenaga namun efisien.

Honda Supra telah mendominasi pasar motor bebek nasional dengan mencatatkan rekor penjualan yang luar biasa. Hal ini semakin mengukuhkan Honda sebagai "Rajanya Motor Bebek".

Sumber: Wikipedia
Foto-foto: Googling

Labels: , , ,

Friday, December 19, 2014

Coba BBG Buat Motor Yuk!

Apa yang kita harapkan dari sepeda motor? Untuk pemakaian harian, sepeda motor, selain fleksibel dikendarai ke mana pun, jelas lebih hemat BBM dibanding kendaraan roda empat. Mau lebih hemat lagi? Pakai bahan bakar gas! Cukup dari elpiji 3 kg (tabung melon) dengan konverter.
Kali ini, Universitas Surya, Tangerang, yang punya karya. Motor berbahan bakar gas BBG ini menggantikan BBM bensin (premium atau pertamax) sebagai sumber energi utama pada kendaraan.

"Motor karya kami bekerja dengan konverter kit yang mengubah gas menjadi sumber energi baru pada motor," kata Direktur Peneliti Pusat Inovasi dan Sertifikasi Universitas Surya, Pudji Untoro kepada Antara, di Serpong, Tangerang, Banten, belum lama ini.

Pudji menjelaskan, konverter kit adalah rangkaian alat yang berfungsi mengalirkan gas dari tabung ke mesin sesuai dengan kebutuhan.

Dia mengklaim, meskipun penelitian mengenai motor berbahan bakar gas sudah pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, namun pihaknya mengklaim bahwa kinerja motor BBG karya timnya merupakan yang paling sempurna.

"Motor kami telah mengalami penyempurnaan dari penelitian-penelitian sebelumnya, dimana motor dapat dinyalakan dengan mudah dan langsam," katanya.

Kelebihannya, ujar Pudji, motor BBG karya Universitas Surya tidak menemui masalah seperti penelitian-penelitian sebelumnya, yakni mesin mudah mati apabila digas terlalu pelan ataupun digas terlalu kencang. "Di motor kami, mau gas pelan ataupun kencang tidak ada masalah," katanya.

Tabung 3 Kg = 300 Km

Berdasarkan penelitian, sepeda motor ber-BBG mampu menempuh jarak sekitar 300 kilometer hanya dengan satu tabung gas elpiji 3 kilogram. Menurut Peneliti Pusat Inovasi dan Sertifikasi Universitas Surya, Arbi Dimyati, di Serpong, belum lama ini, jarak sejauh itu hanya menghabiskan Rp 15.000 (harga satu tabung elpiji 3 kg).

Sedangkan dengan bensin (menggunakan sepeda motor percobaan Honda Beat) untuk mencapai 300 kilometer membutuhkan 7,1 liter, dengan harga Rp 60.350 (premium/Rp 8.500 per liter), atau Rp 70.645 (pertamax 92/Rp 9.950 per liter). Jauh lebih murah kan?

"Perhitungan dilakukan dengan asumsi sepeda motor pada umumnya memiliki perbandingan 1:40 atau satu liter untuk 40 kilometer," katanya.

Tim telah melakukan uji coba pada 2013 dengan motor Honda Beat yang dipasangi konverter kit dan menempuh rute dari Jakarta ke Denpasar, Bali pulang pergi. "Untuk motor jenis lain akan sedikit berbeda, karena tergantung dari besaran cc mesinnya," katanya.

Untuk oktan, nilai oktan elpiji sebesar 106 juga jauh lebih tinggi dari nilai oktan pada bensin yang hanya sebesar 88 (atau pertamax 92). Karena itu, Arbi mengatakan, pembakaran dengan BBG ini akan jauh lebih sempurna, mesin lebih bersih, dan pada akhirnya akan mengurangi biaya perawatan.

Selain lebih hemat, dia mengatakan, penggunaan LPG pada sepeda motor juga dapat mengurangi polusi karena menghasilkan emisi gas Nitrogen Oksida dan Karbondioksida (CO2) lebih sedikit dari pada premium, sehingga gas emisi yang dibuang lebih sedikit mengandung polutan.

"Motor berbahan bakar elpiji juga lebih ramah lingkungan jika di bandingkan motor bensin," katanya.

Motor BBG Aman Dikendarai

Keberatan dari pada pengguna sepeda motor selama ini, jika menggunakan BBG dengan tabung adalah ketakutan tabungnya meledak. Tapi hal itu ditepis oleh Arbi.

"Selama proses penelitian bertahun-tahun, kami tidak menemukan kendala berarti, apalagi yang banyak ditakutkan yaitu tabung meledak," kata peneliti Pusat Inovasi dan Sertifikasi Universitas Surya itu.

Menurut dia, kasus ledakan tabung gas di rumah-rumah lebih disebabkan lokasi yang tertutup, sehingga gas akan berpusat dan mengumpul pada satu tempat, maka saat menyambar api bisa menyebabkan kebakaran hingga ledakan.

Pada sepeda motor, ujarnya, tabung berada di ruang terbuka dan sifat gas yang mudah terbawa angin, maka kecil kemungkinan tabung meledak meskipun mengalami kebocoran. "Semisal ada kebocoran, gas akan cepat hilang tertiup angin," katanya.

Untuk menghindari kebocoran, dia menjelaskan, salah satu unsur paling penting dalam sistem keamanan sepeda motor BBG adalah regulator gas, karena hampir seluruh kasus yang melibatkan tabung gas terletak pada permasalahan regulator yang bocor.

"Regulator harus yang berkualitas, agar tidak ada kebocoran gas," katanya.

Dia mengatakan, selama proses penelitian, pihaknya telah melakukan sejumlah metode terkait unsur keselamatan dalam menggunakan motor berbahan bakar gas seperti saat motor terjatuh hingga selang gas yang putus.

"Braket harus kuat dan melindungi tabung, sehingga saat terjatuh aman, sementara saat selang gas putus, secara otomatis tabung tidak mengeluarkan gas," katanya.

Melihat penggunaan BBG lebih menguntungkan ketimbang bensin, aku sebenarnya jadi tertarik untuk mencobanya. Tapi pasangnya di mana ya? Mungkin musti mendatangi langsung Universitas Surya di Serpong.

Sumber: Antara Otomotif
Foto-foto: Antarafoto dan Antaranews (Akbar Nugroho Gumay dan Indrianto Eko Suwarso)

Labels: , ,

Tuesday, November 11, 2014

Motor Haram Masuk Jalan Protokol, Mobil Gimana?

Mulai Desember 2014, sepeda motor bakal diharamkan alias dilarang memasuki jalan protokol di Kota Jakarta, khususnya dari mulai Jalan MH Thamrin-Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat-Harmoni. Larangan itu dikeluarkan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, setelah melakukan pertemuan dengan Kadis Perhubungan DKI M Akbar dan Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Bakharuddin Muhammad Syah, Senin kemarin.

Alasannya sih, kata Ahok, demi kepentingan pengendara motor itu sendiri, terlebih anak di bawah umur. Selain itu, juga untuk menekan angka kemacetan. Menurut pejabat DKI yang terkenal dengan sikapnya yang tegas dan keras itu, pihaknya ingin menekan angka kecelakaan sepeda motor, yang per tahunnya mencapai 45 ribu orang. Katanya, dua sampai tiga orang tewas setiap harinya. 

Terus, bagaimana cara pengendara motor bisa mengakses tempat tujuan yang berada di antara Bundaran HI dan Harmoni? Ahok menjanjikan bus tingkat gratis, yang akan membawa pengendara motor, setelah motornya di parkir di tempat parkir terdekat.

Bagiku, yang sehari-hari menggunakan sepeda motor, dan kadang-kadang ada keperluan ke salah satu gedung di wilayah terlarang sepeda motor itu, larangan itu nggak terlalu masalah. Toh disediakan kendaraan alternatif, atau kalau pun tetap naik motor bisa lewat "jalan belakang", semisal Menteng, atau Kebon Kacang Tanah Abang.

Tapi aku kasihan sama para kurir atau petugas pos, yang sehari-hari bekerja menggunakan sepeda motor. Mudah-mudahan, larangannya tidak kaku bagi semua sepeda motor tanpa kecuali. Kebayang, para kurir harus memanggul barang naik bus, dan masuk keluar gedung-gedung yang jadi tujuannya.

Tapi kalau melihat alasan lainnya "demi menekan angka kemacetan (lalu lintas", ya mobil juga harus dibatasi dong. Bukan hanya dengan ERP (electronic road pricing) alias akses jalan berbayar, tapi juga pelarangan secara harfiah; mobil dilarang melanjutkan perjalanan, memarkirnya, lalu sambung naik bus. Cukup adil kan?

Keterangan foto: Coba perhatikan, bagaimana penuhnya barisan mobil yang sangat menyita tempat, memenuhi Jalan Thamrin (tribunnews.com).

Labels: , , , ,